Sajak Widuri Untuk Bacul
Debu mengepul mengolah wajah-wajah tukang parkir
Kemarahan mengendon didalam kalbu purba
Orang-orang miskin menentang kelaparan
Wahai Bacul ku seru kamu!
Karena wajahmu muncul di dalam mimpiku
Wahai Bacul kuseruh kamu!
Karena terlibat aku di dalam nafasmu
Dari bis kota ke bis kota kamu memburuku
Kita duduk bersampingan
Menyaksikan hidup yang kumal
Dan perlahan tergilas darah kita
Melihat sekuntum bunga telah mekar
Dari puingan masa yang putus asa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar