Hem, barusan jam 20.00 WIB ada acara perpisan yang sangat menyedihkan di camp ku yaitu alffa camp.karna banyak old comer yang ingin pergi ke home town masing-masing.so, hanya ada new comer dan itu bukan berarti aku patah semangat untuk belajar bahasa inggris.Aku tahu setiap old comer rata-rata sudah pintar bahasa inggris sehingga ketika mereka pergi, dengan siapa lagi aku harus conversation speak English? But I keep cool, I still have a lot of friends.hehe
Kalian tahu!!!oh my god..di acara perpisahan tadi ketika aku lagu duduk di depan tv, all at once..Mr.Nanung (senior alfafa) menghapiri aku dan kalian tahu apa yang terjadi? Aku di suruh jadi MC..aduh, seumur-umur aku belum pernah jadi MC.sekalinya jadi MC pakai bahasa inggris lagi dan ditonton banya orang lagi tapi aku sangat senang karna itu adalah hal yang positif bagiku.yeah aku hanya mensugest diriku sendiri kalau aku bias melakukan apapun dan aku bisa tunjukan kepada orang-orang kalau aku adalah good speaker.just speak Bismillah and action
Aduh..sebenarnya masih pingin nulis lagi dan masih banyak tapi aku harus economical karna aku ngetiknya diwarnet..hahahahaha
Sabtu, 09 April 2011
Jumat, 08 April 2011
tema cinta vs cita-cita
Buat teman-teman sebelumnya saya minta maaf karna sudah mentag kalian dan maaf ya jika nanti notifnya penuh.hehehe,disini saya bermaksud ingin sharing bersama teman-taman dengan tema cinta vs cita-cita..
Bagaimanah kebimbangan seseorang yang dihadapkan pada sebuah pilihan antara“CINTA VS CITA-CITA”
Jika anda dihadapkan pada pilihan itu, maka apa yang akan menjadi pilihan anda?
Cintakah ?
Atau bahkan cita-cita?
Sanggupkah kita memilih cinta, dan meninggalkan cita-cita yang merupakan suatu hal yang mempunyai peranan sangat penting dalam hidup kita?
Dan cukup beranikah kita untuk memilih cita-cita dan meninggalkan cinta yang memang benar-benar kita cinta? Sedangkan kita memang tidak bisa hidup tanpa cinta.
Sungguh ironi bukan?
Mana yang memang layak dan pantas dijadikan sebagai suatu pilihan dari dua kutub yang saling berlawanan..
Saya mangajak kalian untuk ikut andil dalam tema ini dan InsyaAllah kita bisa mengambil hikmah dari tema ini..
Buat teman-teman sebelumnya saya minta maaf karna sudah mentag kalian dan maaf ya jika nanti notifnya penuh.hehehe,disini saya bermaksud ingin sharing bersama teman-taman dengan tema cinta vs cita-cita..
Bagaimanah kebimbangan seseorang yang dihadapkan pada sebuah pilihan antara“CINTA VS CITA-CITA”
Jika anda dihadapkan pada pilihan itu, maka apa yang akan menjadi pilihan anda?
Cintakah ?
Atau bahkan cita-cita?
Sanggupkah kita memilih cinta, dan meninggalkan cita-cita yang merupakan suatu hal yang mempunyai peranan sangat penting dalam hidup kita?
Dan cukup beranikah kita untuk memilih cita-cita dan meninggalkan cinta yang memang benar-benar kita cinta? Sedangkan kita memang tidak bisa hidup tanpa cinta.
Sungguh ironi bukan?
Mana yang memang layak dan pantas dijadikan sebagai suatu pilihan dari dua kutub yang saling berlawanan..
Saya mangajak kalian untuk ikut andil dalam tema ini dan InsyaAllah kita bisa mengambil hikmah dari tema ini..
Nyanyianmu
ku dengar suaramu dari balik-balik bukit
betapa merdu bagai nyanyian burung di pagi hari
kutanam dalam-dalam ditiap pori-pori kulitku
mendengung dalam gendang telingaku
betapa riang hatiku seperti anak kecil yang mendapat mainan baru
aku ingin cepat bertemu denganmu esok pagi
agar dapat kudengar lagi nyanyianmu
ku dengar suaramu dari balik-balik bukit
betapa merdu bagai nyanyian burung di pagi hari
kutanam dalam-dalam ditiap pori-pori kulitku
mendengung dalam gendang telingaku
betapa riang hatiku seperti anak kecil yang mendapat mainan baru
aku ingin cepat bertemu denganmu esok pagi
agar dapat kudengar lagi nyanyianmu
MUNAFIK
SELASA, 16 MARET 2010 03.00 WIB
MUNAFIK
Rasanya saya ingin sekali mengungkapkan apa yang ada dihati saya melalui blog ini, dan kenapa saya menulis judul itu dengan kata munafik? karena saya paling benci dengan orang yang munafik.simple kan!!hehe.kata-kata munafik membuat saya jadi teringat perkataan teman saya ( catatan:karyadi) yang wajahnya tak asing lagi tapi sulit di temukan dimana-mana. Dia berkata “ bahwa 1 orang munafik lebih parah dari 1000 orang kafir” tapi perkataan itu saya tidak tahu benar atau tidak dan saya pasti akan mencari tahu.
Berawal ketika perut saya mulai keroncongan sekitar jam 03.30 pagi, langkah saya menuju dapur untuk mencari sesuatu yang dapat mengganjal perut saya tetapi setelah saya melihat kedapur sudah tidak ada lauk-pauk yang tersisa untuk saya.terpaksa saya membeli mie instan dan kebetulan warung itu buka 24 jam.ketika saya membeli mie instan, ada teman saya diwarung itu dengan berpakaian sangat religius.sayapun menyapanya “ ko pagi gini uda bangun ja?” dan dia menjawab “ w bukannya uda bangun tidur nur tapi blum tidur (katanya sambil menghisap rokok)”ohhh “ ko blum tidur”kata saya.” W habis pulang dari acara maulid dan ngaji sama para habaib ”kata c x(kita sebut saja dia c x).dan tak lama kemudian dia mengintrogasi saya, “ nur ko u ga pernah ngaji setiap malem jumat?,ko u ga pernah dateng maulid? Apa maulid bid’ah bagi u? apa baca rawi bid’ah bagi u?, Ko u ga ngaji lagi sama habib iqbal, ko u ga pernah dateng ke majelis kan u yang pertama kali ngajak w kemajelis?, ko u ga ngaji lagi di ust sumiadi?, ko u ga ngaji lagi di ust misja? Dan ko ko lainnya” dan disitulah saya mulai digurui dan diceramahi.gumamku “andai saja anda mengetahui aktifitas saya setiap bulan, hari, jam, menit, dan detik pasti anda tidak akan berbicara seperti itu kepada saya”
Tapi ada kata-kata dia yang membuat ribuan tanda tanya dalam hati saya, “maulid bid’ah bagi u?, rawi bid’ah bagi u?”katanya.lah lah lah lah ko jadi dia yang bilang bid’ah padahal saya tidak bilang bid’ah.ohhhh saya baru tahu kenapa di bilang seperti itu, karna dipengajiannya tidak suka sama lulusan kairo al-azhar begitu pula dengan teman-temannya(dia pikir ajarannya beda sama apa yang diajarkan oleh ustnya).maklum abang saya lulusan kairo jadi dia pikir ilmu abang saya sudah turun kesaya.hahaha(tapi bener sih).setelah dia rapi menceramahi saya, gantian saya yang mengintrogasi ”mang yang bilang bid’ah siapa?, u kan!!, hukum maulid apa c?, yang buat maulid tahu ga siapa?, sejarah maulid apa c?, isi rawi apa c?, u kan tadi bilang kalau ngaji sama habib buat dapet berkah! Apa c arti berkah? Berkah yang kaya gmana?”tanya saya.Diapun langsung terdiam dan tidak menjawab satupun pertanyaan saya.gumam saya ”ni orang diam karna ga bisa jawab apa karna kesurupan abis jiarah.hehehe” setelah itu gantian deh saya yang ceramahin dia hehe (niatnya c bukan mau ceramahin tapi mau membagi-bagi ilmulah ke dia).lama kelamaan mungkin dia kesal karna ceramah saya dan dia berkata” pokoknya setiap ada maulid u harus dateng dan setiap malam jumat u harus dateng kemussalah mengikuti pengajian, kayak w ni ngikutin pengajian trus, setiap maulid w dateng,jiarah keluar batang, nginep dimajelis, jangan dirumah terus u nur, nanti siapa yang jadi generasi penerus mussalah nuruddin,?” wah wah wah bahasa yang halus.
Sayapun langsung berkata” yaudah gmana kalau nanti sore atau pagi ini kita ajak-ajakin anak-anak kecil yang tidak mengaji.kan u tw kalau banyak anak-anak dikampung kita yang tidak mengaji sedangkan pengajian remaja hanya seminggu sekali.mau ga ngajarin tiap hari dan tanpa bayaran?, katanya mau mencari generasi?
“ Aduh anak-anaknya sulit nur, males ah w,w ngantuk belum tidur, mendingan w tidur kalau mau u aja gih”katanya.
“ aduh-aduh ada yang salah ni dari dirinya, katanya sering mengikuti pengajian..kok kaya gini.muna juga ni namanya” gumam saya.
Karena waktu subuh hampir tiba terpaksa saya memberhentikan pembicaraan saya dengannya.Dan sayapun pulang kerumah dan bersiap-siap untuk shalat subuh.
hadits dari ummar r.a “ bahwa segala sesuatu itu tergantung dari niatnya ”
SELASA, 16 MARET 2010 03.00 WIB
MUNAFIK
Rasanya saya ingin sekali mengungkapkan apa yang ada dihati saya melalui blog ini, dan kenapa saya menulis judul itu dengan kata munafik? karena saya paling benci dengan orang yang munafik.simple kan!!hehe.kata-kata munafik membuat saya jadi teringat perkataan teman saya ( catatan:karyadi) yang wajahnya tak asing lagi tapi sulit di temukan dimana-mana. Dia berkata “ bahwa 1 orang munafik lebih parah dari 1000 orang kafir” tapi perkataan itu saya tidak tahu benar atau tidak dan saya pasti akan mencari tahu.
Berawal ketika perut saya mulai keroncongan sekitar jam 03.30 pagi, langkah saya menuju dapur untuk mencari sesuatu yang dapat mengganjal perut saya tetapi setelah saya melihat kedapur sudah tidak ada lauk-pauk yang tersisa untuk saya.terpaksa saya membeli mie instan dan kebetulan warung itu buka 24 jam.ketika saya membeli mie instan, ada teman saya diwarung itu dengan berpakaian sangat religius.sayapun menyapanya “ ko pagi gini uda bangun ja?” dan dia menjawab “ w bukannya uda bangun tidur nur tapi blum tidur (katanya sambil menghisap rokok)”ohhh “ ko blum tidur”kata saya.” W habis pulang dari acara maulid dan ngaji sama para habaib ”kata c x(kita sebut saja dia c x).dan tak lama kemudian dia mengintrogasi saya, “ nur ko u ga pernah ngaji setiap malem jumat?,ko u ga pernah dateng maulid? Apa maulid bid’ah bagi u? apa baca rawi bid’ah bagi u?, Ko u ga ngaji lagi sama habib iqbal, ko u ga pernah dateng ke majelis kan u yang pertama kali ngajak w kemajelis?, ko u ga ngaji lagi di ust sumiadi?, ko u ga ngaji lagi di ust misja? Dan ko ko lainnya” dan disitulah saya mulai digurui dan diceramahi.gumamku “andai saja anda mengetahui aktifitas saya setiap bulan, hari, jam, menit, dan detik pasti anda tidak akan berbicara seperti itu kepada saya”
Tapi ada kata-kata dia yang membuat ribuan tanda tanya dalam hati saya, “maulid bid’ah bagi u?, rawi bid’ah bagi u?”katanya.lah lah lah lah ko jadi dia yang bilang bid’ah padahal saya tidak bilang bid’ah.ohhhh saya baru tahu kenapa di bilang seperti itu, karna dipengajiannya tidak suka sama lulusan kairo al-azhar begitu pula dengan teman-temannya(dia pikir ajarannya beda sama apa yang diajarkan oleh ustnya).maklum abang saya lulusan kairo jadi dia pikir ilmu abang saya sudah turun kesaya.hahaha(tapi bener sih).setelah dia rapi menceramahi saya, gantian saya yang mengintrogasi ”mang yang bilang bid’ah siapa?, u kan!!, hukum maulid apa c?, yang buat maulid tahu ga siapa?, sejarah maulid apa c?, isi rawi apa c?, u kan tadi bilang kalau ngaji sama habib buat dapet berkah! Apa c arti berkah? Berkah yang kaya gmana?”tanya saya.Diapun langsung terdiam dan tidak menjawab satupun pertanyaan saya.gumam saya ”ni orang diam karna ga bisa jawab apa karna kesurupan abis jiarah.hehehe” setelah itu gantian deh saya yang ceramahin dia hehe (niatnya c bukan mau ceramahin tapi mau membagi-bagi ilmulah ke dia).lama kelamaan mungkin dia kesal karna ceramah saya dan dia berkata” pokoknya setiap ada maulid u harus dateng dan setiap malam jumat u harus dateng kemussalah mengikuti pengajian, kayak w ni ngikutin pengajian trus, setiap maulid w dateng,jiarah keluar batang, nginep dimajelis, jangan dirumah terus u nur, nanti siapa yang jadi generasi penerus mussalah nuruddin,?” wah wah wah bahasa yang halus.
Sayapun langsung berkata” yaudah gmana kalau nanti sore atau pagi ini kita ajak-ajakin anak-anak kecil yang tidak mengaji.kan u tw kalau banyak anak-anak dikampung kita yang tidak mengaji sedangkan pengajian remaja hanya seminggu sekali.mau ga ngajarin tiap hari dan tanpa bayaran?, katanya mau mencari generasi?
“ Aduh anak-anaknya sulit nur, males ah w,w ngantuk belum tidur, mendingan w tidur kalau mau u aja gih”katanya.
“ aduh-aduh ada yang salah ni dari dirinya, katanya sering mengikuti pengajian..kok kaya gini.muna juga ni namanya” gumam saya.
Karena waktu subuh hampir tiba terpaksa saya memberhentikan pembicaraan saya dengannya.Dan sayapun pulang kerumah dan bersiap-siap untuk shalat subuh.
hadits dari ummar r.a “ bahwa segala sesuatu itu tergantung dari niatnya ”
Sakit Membawa Nikmat
Semua manusia didunia ini pasti pernah mengalami sakit dan sesuatu yang lazim bila sebagian kita jatuh mengeluh terkala sakit. tubuh lunglai,wajah kuyu, dan pudar cahayanya.padahal semakin banyak kita mengeluh,maka akan semakin terasa pula sakitnya.yang paling membahayakan adalah bila pikiran kita tidak terkuasai dengan baik. Biasanya menerawang jauh dan realitas yang ada didramatisasi. Contohnya orang yang terkena gejala tumor akan menjadi sengsara jika yang menjadi buah pikirannya adalah sesuatu yang lebih mengerikan dari kondisi sebenarnya. Ah, jangan-jangan tumor ganas ini. bagaimana kalau merambat keseluruh tubuh,sehingga harus dioprasi?lalu,bagai mana kalau oprasinya gagal? belum lagi biayanya yang pasti akan sangat mahal.Bila hal itu terjadi,maka orang tersebut akan jauh lebih menderita dari pada kenyataan sebenarnya. Hal ini terjadi karena kesalahan cara berpikir.Ia belum paham terhadap hikmah dari penyakit yang menimpahnya,sehingga salah dalam menyikapinya.
sikap mental semacam ini tentu harus segara kita atasi. memang benar badan kita harus sehat, karena dengan badan sehatlah gerak hidup kita menjadi lancar. kalaupun tubuh kita harus sakit suatu saat nanti.maka hati kita harus tetap berfungsi dengan baik.
bagaimana cara mengatasinya?
Saya butuh asumsi kalian semua.
Sata tunggu ya..hehehe
Semua manusia didunia ini pasti pernah mengalami sakit dan sesuatu yang lazim bila sebagian kita jatuh mengeluh terkala sakit. tubuh lunglai,wajah kuyu, dan pudar cahayanya.padahal semakin banyak kita mengeluh,maka akan semakin terasa pula sakitnya.yang paling membahayakan adalah bila pikiran kita tidak terkuasai dengan baik. Biasanya menerawang jauh dan realitas yang ada didramatisasi. Contohnya orang yang terkena gejala tumor akan menjadi sengsara jika yang menjadi buah pikirannya adalah sesuatu yang lebih mengerikan dari kondisi sebenarnya. Ah, jangan-jangan tumor ganas ini. bagaimana kalau merambat keseluruh tubuh,sehingga harus dioprasi?lalu,bagai mana kalau oprasinya gagal? belum lagi biayanya yang pasti akan sangat mahal.Bila hal itu terjadi,maka orang tersebut akan jauh lebih menderita dari pada kenyataan sebenarnya. Hal ini terjadi karena kesalahan cara berpikir.Ia belum paham terhadap hikmah dari penyakit yang menimpahnya,sehingga salah dalam menyikapinya.
sikap mental semacam ini tentu harus segara kita atasi. memang benar badan kita harus sehat, karena dengan badan sehatlah gerak hidup kita menjadi lancar. kalaupun tubuh kita harus sakit suatu saat nanti.maka hati kita harus tetap berfungsi dengan baik.
bagaimana cara mengatasinya?
Saya butuh asumsi kalian semua.
Sata tunggu ya..hehehe
Sebutir Pasir
Teman apakah kaliah tahu siapa penakluk pertama Mount Everest, puncak tertinggi dunia dipegunungan Himalaya?Dia adalah sir Edmun Hillary.Beliau pernah ditanya wartawan apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam.Dia lalu mengaku tidak takut dengan pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa, atau padang pasir yang luas dan gersang sekalipun!
Lantas apa yang anda takuti?”Sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki”kata Hillary.Wartawan heran, tetapi Hillary melanjutkan kata-katanya,”Sebutir pasir yang terselip di jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka.Ia bisa masuk kekulit kaki atau menyelusup lewat kuku.Lama-lama jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk.Tanpa sadar, kaki pun tak bisa digerakan.Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu.”
Harimau, buaya, dan beruang, meski buas, adalah binatang yang secara naluriah takut menghadapi manusia.Sedang menghadapi jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir, seorang penjelajah sudah punya persiapan memadai.Tetapi, jika menghadapi sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya.Dia cenderung mengabaikannya.
Teman-teman apa yang dinyatakan Hillary, kalau kita renungkan sebetulnya sama dengan orang yang mengabaikan dosa-dosa kecil.Orang yang melakukan dosa kecil,misalnya membicarakan keburukan orang lain(gosip) atau mencoba-coba mencicipi minuman keras, sering menganggap hal itu adalah dosa yang keci.Karena itu, banyak orang yang kebiasaan melakukan dosa-dosa kecil sehingga lambat laun jadi kebiasaan,dosa kecil itu pun akan berubah menjadi dosa besar yang sangat membahayakan diri kita dan Tanpa kita sadari bermula dari dosa kecil lambat launpun akan menjadi sebuah pegunungan dosa yang besar.
Melihat kemungkinan potensi kerusakan yang besar yang tercipta dari dosa-dosa keci itulah, Nabi Muhammad SAW mewanti-wanti agar umatnya tidak mengabaikan dosa-dosa kecil dan tidak melupakan amal baik walaupun itu kecil.
Ada sebuah kisah, seorang pelacur masuk surga hanya karena memberi minum anjing yang kehausan.Perbuatan yang cenderung dinilai sangat kecil itu ternyata di mata Allah punya nilai yang sangat besar karena faktor keikhlasannya.Bukankah semua roh yang ada di seluruh jagad ini, termasuk roh anjing tersebut, hakikatnya berasal dari Allah SWT?itulah nilai setetes air penyejuk yang di berikan sang pelacur pada anjing yang kehausan.
Teman apakah kaliah tahu siapa penakluk pertama Mount Everest, puncak tertinggi dunia dipegunungan Himalaya?Dia adalah sir Edmun Hillary.Beliau pernah ditanya wartawan apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam.Dia lalu mengaku tidak takut dengan pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa, atau padang pasir yang luas dan gersang sekalipun!
Lantas apa yang anda takuti?”Sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki”kata Hillary.Wartawan heran, tetapi Hillary melanjutkan kata-katanya,”Sebutir pasir yang terselip di jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka.Ia bisa masuk kekulit kaki atau menyelusup lewat kuku.Lama-lama jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk.Tanpa sadar, kaki pun tak bisa digerakan.Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu.”
Harimau, buaya, dan beruang, meski buas, adalah binatang yang secara naluriah takut menghadapi manusia.Sedang menghadapi jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir, seorang penjelajah sudah punya persiapan memadai.Tetapi, jika menghadapi sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya.Dia cenderung mengabaikannya.
Teman-teman apa yang dinyatakan Hillary, kalau kita renungkan sebetulnya sama dengan orang yang mengabaikan dosa-dosa kecil.Orang yang melakukan dosa kecil,misalnya membicarakan keburukan orang lain(gosip) atau mencoba-coba mencicipi minuman keras, sering menganggap hal itu adalah dosa yang keci.Karena itu, banyak orang yang kebiasaan melakukan dosa-dosa kecil sehingga lambat laun jadi kebiasaan,dosa kecil itu pun akan berubah menjadi dosa besar yang sangat membahayakan diri kita dan Tanpa kita sadari bermula dari dosa kecil lambat launpun akan menjadi sebuah pegunungan dosa yang besar.
Melihat kemungkinan potensi kerusakan yang besar yang tercipta dari dosa-dosa keci itulah, Nabi Muhammad SAW mewanti-wanti agar umatnya tidak mengabaikan dosa-dosa kecil dan tidak melupakan amal baik walaupun itu kecil.
Ada sebuah kisah, seorang pelacur masuk surga hanya karena memberi minum anjing yang kehausan.Perbuatan yang cenderung dinilai sangat kecil itu ternyata di mata Allah punya nilai yang sangat besar karena faktor keikhlasannya.Bukankah semua roh yang ada di seluruh jagad ini, termasuk roh anjing tersebut, hakikatnya berasal dari Allah SWT?itulah nilai setetes air penyejuk yang di berikan sang pelacur pada anjing yang kehausan.
Bunga mawar yang ku sayang
Kini kau tersenyum bergendang dalam bayang-bayang
Menyegarkan dan mengharumkan kasih sayang
Kaulah mawar yang ku tanam dalam-dalam
Dalam hati yang penuh angan-angan
Mekar dan berkembang, tersenyum riang
Dalam jiwa, kau goreskan tinta cinta
Dalam diam, tertegun ku membisu
Dalam senyum kau memalu
Widuri
Kini kau tersenyum bergendang dalam bayang-bayang
Menyegarkan dan mengharumkan kasih sayang
Kaulah mawar yang ku tanam dalam-dalam
Dalam hati yang penuh angan-angan
Mekar dan berkembang, tersenyum riang
Dalam jiwa, kau goreskan tinta cinta
Dalam diam, tertegun ku membisu
Dalam senyum kau memalu
Widuri
Sajak Widuri Untuk Bacul
Debu mengepul mengolah wajah-wajah tukang parkir
Kemarahan mengendon didalam kalbu purba
Orang-orang miskin menentang kelaparan
Wahai Bacul ku seru kamu!
Karena wajahmu muncul di dalam mimpiku
Wahai Bacul kuseruh kamu!
Karena terlibat aku di dalam nafasmu
Dari bis kota ke bis kota kamu memburuku
Kita duduk bersampingan
Menyaksikan hidup yang kumal
Dan perlahan tergilas darah kita
Melihat sekuntum bunga telah mekar
Dari puingan masa yang putus asa
Debu mengepul mengolah wajah-wajah tukang parkir
Kemarahan mengendon didalam kalbu purba
Orang-orang miskin menentang kelaparan
Wahai Bacul ku seru kamu!
Karena wajahmu muncul di dalam mimpiku
Wahai Bacul kuseruh kamu!
Karena terlibat aku di dalam nafasmu
Dari bis kota ke bis kota kamu memburuku
Kita duduk bersampingan
Menyaksikan hidup yang kumal
Dan perlahan tergilas darah kita
Melihat sekuntum bunga telah mekar
Dari puingan masa yang putus asa
uliah Jalanan: Warung Pak Hamam
Perjalanan mengeliingi kota bandung sudah kami lakoni. Semua itu diluar rencana yang sudah ditentukan dan tidak ditulis hitam di atas putih, tapi mau bagaimana lagi rencana Tuhan itu begitu indah dan banyak hikmah. Kami berjalan karena diperkenankan oleh yang layak logis legal untuk memperkenankan kami berjalan, nikah, hamil, beranak pinak karena penyatuan cinta, bukan melamar dan dilamar. Ketika kami beranjak ingin pulang, perut kami dilanda badai keroncong yang tiba-tiba saja menyala seperti alarm yang sudah di-setup terlebih dahulu. Akhirnya kami harus isi dengan lagu-lagu yg memenuhi pakem keroncong. Beruntung jadwal kereta yang akan mengantarkan kami tiba pukul 01.30 jadi waktu masih tersisa tiga jam. Waktu yang tersisa ini kami pakai dengan bijak untuk mencari wisata kuliner yang kami nilai dapat menghemat uang yang kami miliki. Saat di jalan kami berdua tersenyum kecut mengamati becak yang berada di kota bandung. Becak di bandung ini kami pikir begitu unik yang mengispirasi intelektualitas kontemplatif pada setiap celah kehidupan manusia(catatan:akan kami ceritakan dalam kisah berbeda).
Kembali, hampir setengah putaran mengitari keliling bangunan stasiun kami berhenti disebuah warung makan yang memajang makanannya di etalase gerobak. Segera kami memesan makan. Saat sedang makan ada sebuah peristiwa menarik dari Pak Hamam pemilik warung makan tersebut. Setiap kali menerima uang dari orang yang membeli makanan darinya, Pak Hamam mendistribusikan uang itu ke tiga tempat, sebagian ke laci, sebagian ke dompet, sisanya kaleng bekas tempat roti.
“Selalu begitu Pak?,” saya bertanya, sesudah menikmati makanan beliau bersama suara mendayu kendaraan-kendaraan bermotor.
“Maksud Ujang?”, ia berganti bertanya.
“Uangnya selalu disimpan di tiga tempat itu?”, sambar bacul.
Pak Hamam tertawa.”Ia Jang. Sudah 17 tahun begini. Biar hanya sedikit duit saya, tapi kan bukan semua hak saya.”
“Maksud Pak Hamam?”, sambar bacul yang kritis ini.
“Dari pendapatan yang saya peroleh dari kerja saya terdapat uang yang merupakan milik keluarga saya, milik orang lain, dan milik Tuhan”
Aduh gawat juga Pak Hamam ini,”Maksudnya?”, ganti saya yang bertanya.
“Uang yang masuk dompet itu hak anak-anak dan istri saya, karena menurut Tuhan itu kewajiban utama hidup saya. Uang yang di laci itu untuk zakat, infaq, qurban, dan yang sejenisnya. Sedangkan di kaleng itu untuk nyicil biaya naik haji Insyaallah sekitar dua tahun lagi bisa mencukupi untuk membayar ONH. Mudah-mudahan ongkos naik hajinya tidak terlalu, sehingga saya bisa menjangkaunya.”
Sepontan saya menghampiri beliau. Hampir saya peluk, tapi dalam budaya kami orang kecil, jenis ekspressinya tidak sampai ke tingkat peluk memeluk, seterharu apapun, kecuali yang ekstrem misalnya famili yang disangka meninggal ternyata masih hidup, atau anak yang digondhol Gendruwo balik lagii.
Namun bacul memegang bahunya dan agak diremas, tapi karena emosi bacul bilang belum cukup maka diguncang-guncang tubuhnya. Kemudian hati saya meneriakan “Jazakumullah, masyaallah, wa yushilhu balakum!”, tetapi bibir saya pemalu untuk mengucapkannya. Tuhan memberi “ijazah” kepadanya dan selalu memelihara kebaikan urusan-urusannya.
Kami menjaga diri untuk tidak mendramatisir hal itu. tetapi pasti di dalam diri kami terdapat sesuatu yang kami kagumi sebagaimana kekaguman yang kami temukan pada prinsip, managemen dan disiplin hidup Pak Hamam. Untung dia tidak menyadari keunggulannya atas kami. Bahwa kami tidak mungkin siap mental dan memiliki kebudayaan maupun ekonomi untuk hidup sebagai penjual makanan, sebagaimana ia menjalankannya dengan tenang dan ikhlas. Tetapi dimanapun dari realitas hidup kami, tidak terdapat sikap dan kenyataan yang membuat kami tidak berbohong jika mengucapkan kalimat seperti diucapkannya “Di antara pendapatan saya ini terdapat milik keluarga saya, milik orang lain, dan milik Tuhan.”
Peradaban saya masih peradaban milik saya. Peradaban Pak Hamam sudah lebih maju, lebih rasional, lebih dewasa, lebih bertanggung jawab, lebih mulia, dan tidak pengecut sebagaimana “kapitalisme subyektif posesif’ saya.
Sungguh manusia adalah ahsani taqwim, sebaik-baik cipataan Allah, master-piece. Orang-orang besar bertebaran di muka bumi. Mahluk-mahluk agung menghampar di jalan-jalan, pasar, gang-gang kampung, pelosok-pelosok dusun, dan dimana-manapun. Makanan Pak Hamam, terasa lebih sedap karena kandungan keagungan. Warung khilafatullah.
Itu baru pedagang makanan, belum anggota DPR, itu baru penjual Serabi, belum menteri, dirjen irjen sekjen, Guburenur Bupati Walikota dan Tokoh2 Parpol.
Perjalanan mengeliingi kota bandung sudah kami lakoni. Semua itu diluar rencana yang sudah ditentukan dan tidak ditulis hitam di atas putih, tapi mau bagaimana lagi rencana Tuhan itu begitu indah dan banyak hikmah. Kami berjalan karena diperkenankan oleh yang layak logis legal untuk memperkenankan kami berjalan, nikah, hamil, beranak pinak karena penyatuan cinta, bukan melamar dan dilamar. Ketika kami beranjak ingin pulang, perut kami dilanda badai keroncong yang tiba-tiba saja menyala seperti alarm yang sudah di-setup terlebih dahulu. Akhirnya kami harus isi dengan lagu-lagu yg memenuhi pakem keroncong. Beruntung jadwal kereta yang akan mengantarkan kami tiba pukul 01.30 jadi waktu masih tersisa tiga jam. Waktu yang tersisa ini kami pakai dengan bijak untuk mencari wisata kuliner yang kami nilai dapat menghemat uang yang kami miliki. Saat di jalan kami berdua tersenyum kecut mengamati becak yang berada di kota bandung. Becak di bandung ini kami pikir begitu unik yang mengispirasi intelektualitas kontemplatif pada setiap celah kehidupan manusia(catatan:akan kami ceritakan dalam kisah berbeda).
Kembali, hampir setengah putaran mengitari keliling bangunan stasiun kami berhenti disebuah warung makan yang memajang makanannya di etalase gerobak. Segera kami memesan makan. Saat sedang makan ada sebuah peristiwa menarik dari Pak Hamam pemilik warung makan tersebut. Setiap kali menerima uang dari orang yang membeli makanan darinya, Pak Hamam mendistribusikan uang itu ke tiga tempat, sebagian ke laci, sebagian ke dompet, sisanya kaleng bekas tempat roti.
“Selalu begitu Pak?,” saya bertanya, sesudah menikmati makanan beliau bersama suara mendayu kendaraan-kendaraan bermotor.
“Maksud Ujang?”, ia berganti bertanya.
“Uangnya selalu disimpan di tiga tempat itu?”, sambar bacul.
Pak Hamam tertawa.”Ia Jang. Sudah 17 tahun begini. Biar hanya sedikit duit saya, tapi kan bukan semua hak saya.”
“Maksud Pak Hamam?”, sambar bacul yang kritis ini.
“Dari pendapatan yang saya peroleh dari kerja saya terdapat uang yang merupakan milik keluarga saya, milik orang lain, dan milik Tuhan”
Aduh gawat juga Pak Hamam ini,”Maksudnya?”, ganti saya yang bertanya.
“Uang yang masuk dompet itu hak anak-anak dan istri saya, karena menurut Tuhan itu kewajiban utama hidup saya. Uang yang di laci itu untuk zakat, infaq, qurban, dan yang sejenisnya. Sedangkan di kaleng itu untuk nyicil biaya naik haji Insyaallah sekitar dua tahun lagi bisa mencukupi untuk membayar ONH. Mudah-mudahan ongkos naik hajinya tidak terlalu, sehingga saya bisa menjangkaunya.”
Sepontan saya menghampiri beliau. Hampir saya peluk, tapi dalam budaya kami orang kecil, jenis ekspressinya tidak sampai ke tingkat peluk memeluk, seterharu apapun, kecuali yang ekstrem misalnya famili yang disangka meninggal ternyata masih hidup, atau anak yang digondhol Gendruwo balik lagii.
Namun bacul memegang bahunya dan agak diremas, tapi karena emosi bacul bilang belum cukup maka diguncang-guncang tubuhnya. Kemudian hati saya meneriakan “Jazakumullah, masyaallah, wa yushilhu balakum!”, tetapi bibir saya pemalu untuk mengucapkannya. Tuhan memberi “ijazah” kepadanya dan selalu memelihara kebaikan urusan-urusannya.
Kami menjaga diri untuk tidak mendramatisir hal itu. tetapi pasti di dalam diri kami terdapat sesuatu yang kami kagumi sebagaimana kekaguman yang kami temukan pada prinsip, managemen dan disiplin hidup Pak Hamam. Untung dia tidak menyadari keunggulannya atas kami. Bahwa kami tidak mungkin siap mental dan memiliki kebudayaan maupun ekonomi untuk hidup sebagai penjual makanan, sebagaimana ia menjalankannya dengan tenang dan ikhlas. Tetapi dimanapun dari realitas hidup kami, tidak terdapat sikap dan kenyataan yang membuat kami tidak berbohong jika mengucapkan kalimat seperti diucapkannya “Di antara pendapatan saya ini terdapat milik keluarga saya, milik orang lain, dan milik Tuhan.”
Peradaban saya masih peradaban milik saya. Peradaban Pak Hamam sudah lebih maju, lebih rasional, lebih dewasa, lebih bertanggung jawab, lebih mulia, dan tidak pengecut sebagaimana “kapitalisme subyektif posesif’ saya.
Sungguh manusia adalah ahsani taqwim, sebaik-baik cipataan Allah, master-piece. Orang-orang besar bertebaran di muka bumi. Mahluk-mahluk agung menghampar di jalan-jalan, pasar, gang-gang kampung, pelosok-pelosok dusun, dan dimana-manapun. Makanan Pak Hamam, terasa lebih sedap karena kandungan keagungan. Warung khilafatullah.
Itu baru pedagang makanan, belum anggota DPR, itu baru penjual Serabi, belum menteri, dirjen irjen sekjen, Guburenur Bupati Walikota dan Tokoh2 Parpol.
Sepucuk Surat Cinta
Coba kau tinggalkan aku sendiri
untuk belajar menahan kerinduan
dan untuk menimbang sampai seberapa
kadar cinta kasihku kepadamu,
sampai seberapa kesetiaanku padamu
Coba kau biarkan aku berfikir
apa yang mesti kukatakan padamu
Setiap orang selalu saja bicara
tentang masa depan dan masa silam
Aku akan jujur saja kukatakan, “aku cinta padamu.”
Kulihat kaki-kaki burung berdansa
Kudengar putik-putik kembang berdendang
Itukah pertanda aku jatuh cinta?
Itukah pertanda hatiku kembali tergugah?
Coba kau renungkan sekali lagi
di sisi manakah ‘ku harus berdiri
sebab ini semua tergantung padamu
sedang di sini telah kubuka tanganku
Sekarang tinggal bagaimanakah kau bersikap padaku
Kekerasanmu mulai aku sukai
Sikap-sikapmu pun telah kumengerti
Pandangan hidupmu aku pun setuju
walau kita ada di jalan berbeda
tetapi jelas bahwa tujuan kita sama, padaNya
Benarkah di satu sudutmu, Jakarta,
cintaku mulai tumbuh subur?
Atau semua ini hanyalah sejenak
seperti yang selalu aku dapati,
seperti yang selalu aku temui berakhir?
Coba kau tinggalkan aku sendiri
untuk belajar menahan kerinduan
dan untuk menimbang sampai seberapa
kadar cinta kasihku kepadamu,
sampai seberapa kesetiaanku padamu
Coba kau biarkan aku berfikir
apa yang mesti kukatakan padamu
Setiap orang selalu saja bicara
tentang masa depan dan masa silam
Aku akan jujur saja kukatakan, “aku cinta padamu.”
Kulihat kaki-kaki burung berdansa
Kudengar putik-putik kembang berdendang
Itukah pertanda aku jatuh cinta?
Itukah pertanda hatiku kembali tergugah?
Coba kau renungkan sekali lagi
di sisi manakah ‘ku harus berdiri
sebab ini semua tergantung padamu
sedang di sini telah kubuka tanganku
Sekarang tinggal bagaimanakah kau bersikap padaku
Kekerasanmu mulai aku sukai
Sikap-sikapmu pun telah kumengerti
Pandangan hidupmu aku pun setuju
walau kita ada di jalan berbeda
tetapi jelas bahwa tujuan kita sama, padaNya
Benarkah di satu sudutmu, Jakarta,
cintaku mulai tumbuh subur?
Atau semua ini hanyalah sejenak
seperti yang selalu aku dapati,
seperti yang selalu aku temui berakhir?
Membeli Al-Qur’an
Sabtu pagi yang menyenangkan..niatnya c sabtu pagi saya dan karyadi mau jalan-jalan sekalian bertemu teman-teman yang ada di terminal bus, stasiun, lampu merah, kolong jembatan, pasar dan sampai ke gang-gang sempit.tapi sayang, karyadinya gak bisa karna mau pergi ke subang..terpaksa saya harus jalan-jalan sendiri deh tapi niatnya saya mau beli Al-qur’an c sekalian jalan-jalan.hehehe
langkah demi langkah saya berjalan untuk menaiki sebuah Metromini yang tak asing lagi bagi saya dan disepanjang jalan saya lalui tiba-tiba hati saya terasa sedih dan rasanya ingin menangis melihat saudara-saudara dan teman-teman saya yang sedang mengemis di agkutan umum, mengemis di jalan, mengemis di pasar, mengemis dengan keadaan tubuh yang kurang sempurna, mengemis sambil menggendong anaknya, mengamen di angkutan,mengamen dengan keadaan baju yang sdah tak layak di akai mengamen saml embawa nak, mengamenm dalam keadaan hamil, mengamen dalam keadaan sudah usia lanjut, anak-anak kecil yang ada di pinggir jalan sambil memetikkan sebuah gitar, anak-anak yang mengkat tangan kanannya hanya untuk mencari makan dan jajan, anak-anak kecil yang putus sekolah dan lain-lainnya..melihat seperti itu saya sungguh tak tega melihat saudara-saudara saya yang mengemis dan mengamen hanya untuk mencari sesuap nasi.maafkan saya untuk saat ini saya belum bisa membantu kalian dalam betuk materi.Seandainya saya tercatat sebagai pemimpin, saya akan berusaha menjadi pemimpin yang berguna bagi bangsa dan Negara khususnya bagi Rakyat indonesia.
Tak lama kemudian saya sampai ditempat yang saya tuju dan saya langsung memilih Al-qur’an terjemahan yang saya mau beli..biasanya saya kalau dalam urusam beli-membeli pasti tawar menawar.hehe.Tapi kalau masalah Al-qu’an saya tidak akan menawar walaupun itu harganya mahal sekalipun.(catatan:sebenarnya saya sudah punya Al-qur’an terjemahan tapi punya saya di bawa abang saya ke singapura jadi saya harus beli lagi..kalau saya baca Al-qur’an yang tidak ada terjemahannya saya tidak terlalu tahu artinya dan saya hanya mengerti sedikit tentang bahasa arab..tapi saya lagi tahap pembelajaraan kok..hehe)
setelah apa yang saya dapatkan, saya langsung pulang kerumah deh dengan wajah penuh ceria..hehe
Sabtu pagi yang menyenangkan..niatnya c sabtu pagi saya dan karyadi mau jalan-jalan sekalian bertemu teman-teman yang ada di terminal bus, stasiun, lampu merah, kolong jembatan, pasar dan sampai ke gang-gang sempit.tapi sayang, karyadinya gak bisa karna mau pergi ke subang..terpaksa saya harus jalan-jalan sendiri deh tapi niatnya saya mau beli Al-qur’an c sekalian jalan-jalan.hehehe
langkah demi langkah saya berjalan untuk menaiki sebuah Metromini yang tak asing lagi bagi saya dan disepanjang jalan saya lalui tiba-tiba hati saya terasa sedih dan rasanya ingin menangis melihat saudara-saudara dan teman-teman saya yang sedang mengemis di agkutan umum, mengemis di jalan, mengemis di pasar, mengemis dengan keadaan tubuh yang kurang sempurna, mengemis sambil menggendong anaknya, mengamen di angkutan,mengamen dengan keadaan baju yang sdah tak layak di akai mengamen saml embawa nak, mengamenm dalam keadaan hamil, mengamen dalam keadaan sudah usia lanjut, anak-anak kecil yang ada di pinggir jalan sambil memetikkan sebuah gitar, anak-anak yang mengkat tangan kanannya hanya untuk mencari makan dan jajan, anak-anak kecil yang putus sekolah dan lain-lainnya..melihat seperti itu saya sungguh tak tega melihat saudara-saudara saya yang mengemis dan mengamen hanya untuk mencari sesuap nasi.maafkan saya untuk saat ini saya belum bisa membantu kalian dalam betuk materi.Seandainya saya tercatat sebagai pemimpin, saya akan berusaha menjadi pemimpin yang berguna bagi bangsa dan Negara khususnya bagi Rakyat indonesia.
Tak lama kemudian saya sampai ditempat yang saya tuju dan saya langsung memilih Al-qur’an terjemahan yang saya mau beli..biasanya saya kalau dalam urusam beli-membeli pasti tawar menawar.hehe.Tapi kalau masalah Al-qu’an saya tidak akan menawar walaupun itu harganya mahal sekalipun.(catatan:sebenarnya saya sudah punya Al-qur’an terjemahan tapi punya saya di bawa abang saya ke singapura jadi saya harus beli lagi..kalau saya baca Al-qur’an yang tidak ada terjemahannya saya tidak terlalu tahu artinya dan saya hanya mengerti sedikit tentang bahasa arab..tapi saya lagi tahap pembelajaraan kok..hehe)
setelah apa yang saya dapatkan, saya langsung pulang kerumah deh dengan wajah penuh ceria..hehe
My Notes
Cinta Sebening Embun
Pernahkah engkau coba menerka
apa yang tersembunyi di sudut hati?
Derita di mata, derita dalam jiwa
kenapa tak engkau pedulikan?
Sepasang kepodang terbang melambung
Menukik bawa seberkas pelangi
Gelora cinta, gelora dalam dada
kenapa tak pernah engkau hiraukan?
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun
Kasih pun deras mengalir
cemerlang sebening embun
Pernahkah engkau coba membaca
sorot mata dalam menyimpan rindu?
Sejuta impian, sejuta harapan
kenapakah mesti engkau abaikan?
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun
Kasih pun mulai deras mengalir
cemerlang sebening embun
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun
Cinta Sebening Embun
Pernahkah engkau coba menerka
apa yang tersembunyi di sudut hati?
Derita di mata, derita dalam jiwa
kenapa tak engkau pedulikan?
Sepasang kepodang terbang melambung
Menukik bawa seberkas pelangi
Gelora cinta, gelora dalam dada
kenapa tak pernah engkau hiraukan?
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun
Kasih pun deras mengalir
cemerlang sebening embun
Pernahkah engkau coba membaca
sorot mata dalam menyimpan rindu?
Sejuta impian, sejuta harapan
kenapakah mesti engkau abaikan?
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun
Kasih pun mulai deras mengalir
cemerlang sebening embun
Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu untuk saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu tersibak, cinta mengalir sebening embun
Dewi Rindu
Mungkinkah kasihku selalu
Bersemi di sepanjang waktu
Bila ku dengar kata hatiku
Kasih mesraku kepadamu
Maukah dikau menemani
Walau hanya di dalam hati
Bila ku pergi untuk mencari
Bunga abadi bunga dewi
Waktu malam sunyi
Waktu ku sendiri
Dewi rindu
Menjelang padaku
Mungkinkah dikau tlah mengerti
Aku akan selalu berjanji
Bila kau pergi aku menanti
Bila kau lari aku sendiri
Mungkinkah dikau tlah mengerti
Aku akan selalu berjanji
Bila kau pergi aku menanti
Bila kau lari aku sendiri
Ku sendiri
Mungkinkah kasihku selalu
Bersemi di sepanjang waktu
Bila ku dengar kata hatiku
Kasih mesraku kepadamu
Maukah dikau menemani
Walau hanya di dalam hati
Bila ku pergi untuk mencari
Bunga abadi bunga dewi
Waktu malam sunyi
Waktu ku sendiri
Dewi rindu
Menjelang padaku
Mungkinkah dikau tlah mengerti
Aku akan selalu berjanji
Bila kau pergi aku menanti
Bila kau lari aku sendiri
Mungkinkah dikau tlah mengerti
Aku akan selalu berjanji
Bila kau pergi aku menanti
Bila kau lari aku sendiri
Ku sendiri
Tiba-tiba ku menangis
Jauh malam hari, sayup kudengar kenari
Kududuk sendiri, hatiku rindu mencari
Tiba-tiba kumenangis
Sedih, hatiku sedih
Mengapa ku begini
Ku tiada pernah mengerti
Pergi mengapa pergi
Mungkinkah kau kembali
Jauh malah hari, hujan rintik turun kembali
Lonceng kecil berbunyi, mungkin hari t'lah hampir pagi
Jauh malam hari, sayup kudengar kenari
Kududuk sendiri, hatiku rindu mencari
Tiba-tiba kumenangis
Sedih, hatiku sedih
Mengapa ku begini
Ku tiada pernah mengerti
Pergi mengapa pergi
Mungkinkah kau kembali
Jauh malah hari, hujan rintik turun kembali
Lonceng kecil berbunyi, mungkin hari t'lah hampir pagi
HIDUP
Pernah kucoba untuk melupakan Kamu
Dalam setiap renunganku
Melupakan semua yang Kau goreskan
Pada telapak tanganku
Dan juga kucoba untuk meyakinkan fikiranku
Bahwa sebenarnya Engkau tak pernah ada
Bahwa bumi dan isinya ini tercipta kerana
memang harus tercipta
Bahwa Adam dan Hawa tiba-tiba saja turun
Tanpa kerana makan buah khuldi dahulu
Dan aku lahir juga bukan kerana campur tanganMu
Hanya kerana ibu memang seharusnya melahirkanku
Tetapi yang kurasakan kemudian
Hidup seperti tak bererti lagi
Dan ternyata bahawa hanya kasih sayangMu
Yang mampu membimbing tanganku
Oh oh yang mampu membimbing tanganku
Tuhan maafkanlah atas kelancanganku
Mencoba meninggalkanMu
Sekarang datanglah Engkau bersama angin
Agar setiap waktu aku bisa menikmati kasihMu
Pernah kucoba untuk melupakan Kamu
Dalam setiap renunganku
Melupakan semua yang Kau goreskan
Pada telapak tanganku
Dan juga kucoba untuk meyakinkan fikiranku
Bahwa sebenarnya Engkau tak pernah ada
Bahwa bumi dan isinya ini tercipta kerana
memang harus tercipta
Bahwa Adam dan Hawa tiba-tiba saja turun
Tanpa kerana makan buah khuldi dahulu
Dan aku lahir juga bukan kerana campur tanganMu
Hanya kerana ibu memang seharusnya melahirkanku
Tetapi yang kurasakan kemudian
Hidup seperti tak bererti lagi
Dan ternyata bahawa hanya kasih sayangMu
Yang mampu membimbing tanganku
Oh oh yang mampu membimbing tanganku
Tuhan maafkanlah atas kelancanganku
Mencoba meninggalkanMu
Sekarang datanglah Engkau bersama angin
Agar setiap waktu aku bisa menikmati kasihMu
Bertemu dan Berpisah
tiba waktunya kita berpisah
tak akan kulupa kau berikan kasih sayangmu kepadaku, kepadaku
ku akan pergi jauh dan tak mungkin kembali
untuk selama-lamanya
tiba waktunya kita berpisah
tak akan kulupa kisah cintaku bersamamu masa lalu sampai kini
bertemu dan berpisah itu akan terjadi
di dalam dunia ini
tiba waktunya kita berpisah
tak akan kulupa kau berikan kasih sayangmu kepadaku, kepadaku
ku akan pergi jauh dan tak mungkin kembali
untuk selama-lamanya
tiba waktunya kita berpisah
tak akan kulupa kisah cintaku bersamamu masa lalu sampai kini
bertemu dan berpisah itu akan terjadi
di dalam dunia ini
kampung inggris
Jakarta, tgl 02 Desember 2010
hem, sudah seminggu saya dikampung inggris (pare) sejak dari tanggal 25 november 2010.saya sangat senang bisa belajar basa inggris disini karna suasana kampungnya yang masih desa dan lingkungannya juga sangat enak.rata-rata yang datang ke pare (kampung inggris) ternyata dari berbagai kota maupun daerah dan tujuannya rata-rata hanya ingin bisa speak english and pinter grammer.so..tujuannya sama seperti saya.hehe..seminggu sudah saya lakonin di kampung inggris ini and hasil saya sudah bisa speak english and grammer walaupun little-little.hehehe
pada dasarnya saya benar-benar tidak bisa bahasa inggris sejak SD sampai SMAN, tapi saya akan buktikan selama saya dipare..saya akan belajar dengan sungguh-sungguh karna tujuan saya memang benar-benar dari hati untuk belajar english agar saya bisa speak english and grammer prefesional.
bersambung, waktunya gak cukup because saya main diwarnet..hehe
Jakarta, tgl 02 Desember 2010
hem, sudah seminggu saya dikampung inggris (pare) sejak dari tanggal 25 november 2010.saya sangat senang bisa belajar basa inggris disini karna suasana kampungnya yang masih desa dan lingkungannya juga sangat enak.rata-rata yang datang ke pare (kampung inggris) ternyata dari berbagai kota maupun daerah dan tujuannya rata-rata hanya ingin bisa speak english and pinter grammer.so..tujuannya sama seperti saya.hehe..seminggu sudah saya lakonin di kampung inggris ini and hasil saya sudah bisa speak english and grammer walaupun little-little.hehehe
pada dasarnya saya benar-benar tidak bisa bahasa inggris sejak SD sampai SMAN, tapi saya akan buktikan selama saya dipare..saya akan belajar dengan sungguh-sungguh karna tujuan saya memang benar-benar dari hati untuk belajar english agar saya bisa speak english and grammer prefesional.
bersambung, waktunya gak cukup because saya main diwarnet..hehe
Hemmm
A special world for you and me
A special bond one cannot see
It wraps us up in its cocoon
And holds us fiercely in its womb.
Its fingers spread like fine spun gold
Gently nestling us to the fold
Like silken thread it holds us fast
Bonds like this are meant to last.
And though at times a thread may break
A new one forms in its wake
To bind us closer and keep us strong
In a special world, where we belong.
A special world for you and me
A special bond one cannot see
It wraps us up in its cocoon
And holds us fiercely in its womb.
Its fingers spread like fine spun gold
Gently nestling us to the fold
Like silken thread it holds us fast
Bonds like this are meant to last.
And though at times a thread may break
A new one forms in its wake
To bind us closer and keep us strong
In a special world, where we belong.
GLAD AND HATE
Hem..you knew friends!!today..it is hot day..althoug hot..it does not matter for me.I am still glad and happy.hehe.just naw, I got class and I got new teacher speaking.she is foxi, interesting and smart..I am not interesting to her.I just love her but I am not hate her..wakakaka.by the way..in my class, I introduced about my self.I said to my teacher “ ok mrs..I would like to intoduce my self.my name is Nur Fadillah..just call me fadhiel.I am a student at marvelous” and then why my teacher laughed to me???maybe I look so funny..hehehe.
There is important news for you..I am sick of my friends..I want to bang him, I want to kill him, I want to eat him, I want to kick him.just kidding.hehe.I am not like that.If I like that..oh my god.maybe..I am half mad.ckckckc sometime I do strange things.I did not know..you did not understand me.yeah I am half mad but no totally mad.hahaha.I just want to say..tonight..I am free.not lesson tonigh and also I am not going to talk about english learning..I just a little chat about someone with my friends.wakakaka
see ya bye bye..
Hem..you knew friends!!today..it is hot day..althoug hot..it does not matter for me.I am still glad and happy.hehe.just naw, I got class and I got new teacher speaking.she is foxi, interesting and smart..I am not interesting to her.I just love her but I am not hate her..wakakaka.by the way..in my class, I introduced about my self.I said to my teacher “ ok mrs..I would like to intoduce my self.my name is Nur Fadillah..just call me fadhiel.I am a student at marvelous” and then why my teacher laughed to me???maybe I look so funny..hehehe.
There is important news for you..I am sick of my friends..I want to bang him, I want to kill him, I want to eat him, I want to kick him.just kidding.hehe.I am not like that.If I like that..oh my god.maybe..I am half mad.ckckckc sometime I do strange things.I did not know..you did not understand me.yeah I am half mad but no totally mad.hahaha.I just want to say..tonight..I am free.not lesson tonigh and also I am not going to talk about english learning..I just a little chat about someone with my friends.wakakaka
see ya bye bye..
Langganan:
Komentar (Atom)
